JAKARTA – Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia masih mengenal dan menilai Pancasila sebagai fondasi penting kehidupan berbangsa.
Namun, di balik tingginya tingkat pengenalan tersebut, muncul catatan serius terkait kebebasan sipil, khususnya rasa takut dalam berbicara politik.
Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, mengungkapkan bahwa sebanyak 92,7 persen responden mengaku mengetahui atau pernah mendengar Pancasila. Angka tersebut dinilai sangat tinggi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Naik 8 Persen Imbas Rencana Blokade Selat Hormuz "Kalau ini nilai akademik, sudah kategori A," ujar Djayadi dalam pemaparan survei di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Tak hanya mengenal, sebagian besar responden juga memahami isi Pancasila. Sebanyak 68,2 persen mampu menyebutkan lima sila secara lengkap, sementara sisanya hanya mengetahui sebagian atau tidak sama sekali.
Mayoritas Puas Demokrasi, Tapi Takut Bicara Politik
Survei yang melibatkan 2.020 responden ini juga mengukur persepsi publik terhadap kondisi demokrasi di Indonesia. Hasilnya, sebanyak 69,8 persen responden mengaku puas terhadap jalannya demokrasi.
Selain itu, 73,9 persen responden menilai Indonesia sebagai negara demokratis.
Namun, di sisi lain, survei menemukan adanya fenomena ketakutan dalam kehidupan politik. Sebanyak 53 persen responden menyatakan masyarakat merasa sering atau selalu takut untuk berbicara soal politik.
"Banyak masyarakat yang merasa lebih takut bicara politik saat ini," kata Djayadi.
Tak hanya itu, 58 persen responden juga mengaku khawatir terhadap kemungkinan penangkapan sewenang-wenang oleh aparat.
Kebebasan Beragama Dinilai Tinggi