JAKARTA - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, merespons wacana penerapan sistem 'war tiket' dalam pemberangkatan haji yang belakangan ramai diperbincangkan.
Menurut Cak Imin, skema tersebut belum tentu efektif diterapkan, mengingat sistem antrean haji yang sudah berjalan selama ini telah mengakomodasi jutaan calon jemaah.
"Saya belum melihat itu efektif ya, karena sistem antrean itu benar-benar sudah berjalan dan sudah lama orang mengantre," kata Cak Imin, Sabtu (11/4/2026).
Baca Juga: Heboh Wacana War Ticket Haji, Pemerintah Klaim Bisa Pangkas Antrean Tanpa Merugikan Jemaah Ia juga menyoroti potensi ketidakadilan bagi calon jemaah yang telah lama menunggu giliran berangkat. Menurutnya, penerapan sistem baru seperti 'war tiket' justru bisa merugikan mereka yang masa tunggunya tinggal beberapa tahun lagi.
"Yang sudah terlanjut ngantre 5 tahun, kasihan. Yang sudah ngantre tinggal 2 tahun gimana?" ujarnya.
Cak Imin menegaskan, hingga saat ini wacana tersebut masih dalam tahap awal dan belum menjadi keputusan final pemerintah.
"Itu masih wacana, masih panjang. Bisa saja, tapi itu sekadar wacana," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah tengah mengkaji berbagai opsi untuk mengatasi panjangnya antrean haji di Indonesia, salah satunya melalui skema pendaftaran langsung tanpa antrean atau 'war tiket'.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyebut ide tersebut muncul sebagai upaya mencari solusi agar calon jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama untuk berangkat ke Tanah Suci.*
(ds/dh)