JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto melantik Andi Rahadian sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kesultanan Oman, merangkap Republik Yaman, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 10 April 2026.
Andi Rahadian merupakan eks pejabat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Kementerian Luar Negeri.
Ia dilantik di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang masih memanas, terutama ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada akses pelayaran di Selat Hormuz.
Baca Juga: Prabowo Resmi Lantik Sembilan Komisioner Ombudsman RI Periode 2026–2031 di Istana Dalam prosesi pelantikan, Andi Rahadian mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden.
"Saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Andi Rahadian.
Ia juga menyatakan komitmen untuk menjalankan seluruh arahan pemerintah pusat dalam menjalankan tugas diplomatiknya.
"Saya akan melakukan dengan setia segala perintah dan petunjuk yang diberikan oleh pemerintah pusat. Dan saya akan memenuhi dengan setia segala kewajiban lain-lainnya yang ditanggungkan kepada saya dalam jabatan Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh," katanya.
Pelantikan ini berlangsung di tengah dinamika kawasan Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah menyepakati pembicaraan dalam dua pekan ke depan dengan komitmen meredakan eskalasi konflik.
Namun, sejumlah laporan menyebut ketegangan di kawasan masih berlangsung, termasuk belum pulihnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman.
Kawasan ini berbatasan dengan Iran, Uni Emirat Arab, dan wilayah Musandam di Oman.*