GAYO LUES – Bencana alam kembali menghantam Desa Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.
Setelah bencana serupa pada akhir Desember 2025, banjir dan tanah longsor kembali terjadi, merendam pemukiman warga dan menimbun sejumlah rumah dengan material tanah dan pasir.
Danramil 05/Pining, Letda Inf Yusuf, menjelaskan, luapan debit air Sungai Pining dan Sungai Pertik menjadi penyebab utama bencana.
Baca Juga: Kasad Maruli Simanjuntak: Penguasaan Masalah Jadi Kunci Temukan Solusi di TNI AD "Banjir diakibatkan volume debit air sungai yang meluap. Beberapa rumah warga berada di dataran rendah yang termasuk zona merah berpotensi bencana," ujarnya, Rabu (9/4/2026).
Peristiwa ini terjadi di tengah hujan deras yang melanda Kecamatan Pining. Dalam sepekan terakhir, daerah tersebut telah dilanda dua kali banjir dan tanah longsor.
Personel TNI Koramil 05/Pining terus memantau kondisi secara berkala untuk membantu evakuasi dan mitigasi dampak bencana.
Menurut Yusuf, banjir pertama tercatat pada Rabu, 26 November 2025 pukul 23.00 WIB, yang menyebabkan sejumlah rumah tertimbun tanah dan terendam air.
Banjir susulan terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026 pukul 22.30 WIB, yang menyebabkan rumah milik Kamsiah (65), seorang janda, rusak parah dan harus dibongkar.
Kamsiah sudah mengungsi ke rumah warga setelah bencana pertama, karena tidak memiliki keluarga untuk menampungnya.
Personel TNI membantu membongkar rumahnya dan rumah lain yang tidak layak huni, sambil menunggu program bantuan Hunian Tetap (Huntap) dari pemerintah.
Hingga saat ini, upaya tanggap darurat terus dilakukan, dengan fokus pada evakuasi warga dan pemulihan fasilitas yang terdampak.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan akibat cuaca ekstrem.*