PADANG — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menghadiri diskusi publik yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Universitas Andalas pada Kamis, 9 April 2026.
Kehadiran Andre di tengah kampus tersebut berlangsung di tengah menguatnya kritik mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat.
Diskusi bertajuk "Menguliti Narasi Keberhasilan Pemerintah Pusat di Tengah Krisis Daerah" itu menjadi ruang dialog antara mahasiswa, akademisi, dan pembuat kebijakan.
Baca Juga: Prabowo Resmikan Pabrik Bus dan Truk Listrik VKTR, Dorong Industrialisasi Energi Bersih Nasional Andre menyatakan kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan untuk mendengar langsung aspirasi mahasiswa.
"Saya dulu juga Presiden Mahasiswa. Kritik silakan, tapi harus berbasis data dan fakta," kata Andre dalam forum tersebut.
Dalam kesempatan itu, Andre juga meninjau sejumlah program pembangunan di kampus, termasuk proyek gedung serbaguna yang didukung dana CSR serta rencana pembangunan fasilitas olahraga.
Ia turut menyinggung upaya penyelesaian persoalan Kartu Indonesia Pintar (KIP) mahasiswa yang nonaktif saat memasuki perguruan tinggi.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan untuk mencarikan solusi," ujarnya.
Sejumlah kritik mahasiswa mengemuka, terutama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan pendidikan
. Presiden Mahasiswa KM Unand, Shabbarin Syakur, menyebut kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan hasil kajian lapangan.
"Kami tidak menolak program, tetapi implementasinya perlu dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan daerah," kata Syakur.
Menanggapi hal itu, Andre menegaskan program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk menekan angka stunting, khususnya di Sumatera Barat.