MEDAN - Di tengah hujan deras dan gelap malam, Surya Darma Ginting (60) berlari menuju rumahnya di Desa Sembahe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Ia tak menyangka, malam itu akan menjadi momen paling kelam dalam hidupnya.
Peristiwa longsor terjadi pada Selasa (7/4/2026) malam. Saat itu, Surya sempat keluar rumah untuk mencari makan ketika hujan mulai turun. Namun, sekitar dua jam kemudian, ia mendapat kabar bahwa rumahnya tertimbun longsor.
Baca Juga: Area Longsor Sibolangit Ditutup Sementara, Warga Diimbau Menjauh Tanpa pikir panjang, Surya langsung kembali ke lokasi. Dalam kondisi listrik padam dan hujan masih mengguyur, ia bersama warga sekitar berusaha melakukan pencarian dengan bantuan senter seadanya.
Sesampainya di lokasi, Surya terpaku. Rumahnya telah rata dengan tanah tertimbun material longsor. Ia berulang kali memanggil nama anaknya, namun tak mendapat jawaban.
"Waktu itu saya langsung panik, takut anak saya jadi korban," ujarnya.
Di tengah kepanikan, Surya mendengar teriakan minta tolong dari arah rumah tetangga. Suara itu berasal dari Sehat Ginting (65), seorang lansia yang terseret material longsor dan terjebak di dalam rumahnya.
Surya bersama tiga warga lainnya segera berupaya menolong korban. Dalam kondisi luka dan berlumuran darah, Sehat berusaha merangkak keluar dari timbunan tanah dan menggapai tangan Surya.
Upaya penyelamatan itu berhasil. Sehat akhirnya dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Namun, di balik keberhasilan menyelamatkan satu nyawa, Surya harus menerima kenyataan pahit. Lima anggota keluarganya menjadi korban meninggal dunia dalam bencana tersebut.
Camat Sibolangit, Muhammad Arif Budiman, menyebut longsor di Desa Sembahe merusak sedikitnya sembilan rumah warga. Lima korban meninggal dunia terdiri dari warga yang rumahnya tertimbun material longsor.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi Surya. Di tengah kehilangan besar, ia masih mengingat jelas momen saat berhasil menggenggam tangan korban di tengah gelap dan hujan—sebuah nyawa yang terselamatkan di antara tragedi yang merenggut keluarganya.*