JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan pengadaan motor listrik akan difokuskan untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di daerah yang sulit dijangkau.
Hal itu disampaikan Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026), menanggapi kritik publik terkait urgensi pengadaan kendaraan tersebut.
"Iya akan kita distribusikan untuk operasional seluruh petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, terutama di daerah-daerah yang sulit," ujar Dadan.
Baca Juga: Kepala BGN Klarifikasi Harga Motor Listrik untuk SPPG di Bawah Pasaran Menurutnya, program MBG tidak hanya menyasar wilayah perkotaan atau daerah yang mudah diakses, tetapi juga menjangkau desa-desa terpencil dengan kondisi geografis yang menantang.
"Program ini menjangkau daerah-daerah yang sulit, bahkan ada wilayah yang hanya bisa diakses menggunakan motor. Itu untuk menunjang operasional," jelasnya.
Dadan juga menegaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut telah direncanakan dalam anggaran tahun 2025. Dari target awal sebanyak 24.400 unit, realisasi yang tercapai sekitar 21.800 unit.
"Pengadaan ini sudah masuk dalam anggaran 2025, meskipun realisasinya tidak sepenuhnya mencapai target," katanya.
Program MBG sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan.*
(oz/dh)