JAKARTA — Isu perombakan Kabinet Merah Putih mencuat di tengah dinamika politik dan tekanan geopolitik global.
Pihak Istana Kepresidenan memilih menahan komentar terkait kabar Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle dalam waktu dekat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya hanya memberikan jawaban singkat saat dimintai konfirmasi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.072/US$, Harga Minyak dan Risiko Konflik Iran Tekan Pasar Asia "Tunggu saja," ujar Teddy.
Saat didesak apakah reshuffle akan dilakukan pada bulan ini, Teddy tidak menjawab secara tegas.
Ia menegaskan bahwa Presiden akan menyampaikan langsung jika keputusan tersebut telah diambil.
"Nanti Bapak Presiden akan menceritakan," kata dia.
Isu reshuffle sebelumnya juga mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia.
Ia menilai perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.
"Reshuffle kabinet itu kewenangan mutlak Presiden. Pak Prabowo yang paling tahu kapan waktu yang tepat," ujar Doli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Menurut Doli, Presiden memiliki pertimbangan menyeluruh dalam mengevaluasi kinerja para menteri, termasuk dalam merespons situasi geopolitik internasional yang dinamis.
Namun, ia menilai hingga saat ini kondisi kabinet masih relatif stabil.