SUMATERA UTARA — PT Hakaaston (HKA) bersama PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) mengintensifkan kegiatan operasi keselamatan berkendara di ruas Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat).
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas.
Kegiatan yang dilakukan mencakup Operasi Over Dimension Over Load (ODOL), Operasi Microsleep, serta Operasi Simpatik.
Baca Juga: 112 Ribu Kendaraan Lintasi Tol Belmera-MKTT Saat Libur Paskah 2026 Operasi ODOL difokuskan pada penindakan kendaraan angkutan barang yang melanggar ketentuan dimensi dan muatan, yang dinilai berisiko merusak infrastruktur dan membahayakan pengguna jalan.
Manager Ruas Tol Kutepat, Gilbert Maruli Hutajulu, mengatakan operasi tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, antara lain kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Utara.
Petugas di lapangan melakukan pemeriksaan beban kendaraan menggunakan alat timbang, mengecek kelayakan teknis seperti kondisi ban dan lampu, serta memberikan edukasi langsung kepada pengemudi.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan layanan operasional dan keselamatan berkendara yang optimal," ujar Gilbert.
Selain penindakan, HKA juga mengedepankan pendekatan persuasif melalui Operasi Microsleep dan Simpatik. Petugas memberikan imbauan kepada pengemudi terkait bahaya kelelahan saat berkendara di jalan tol.
Menurut Gilbert, operasi microsleep dilakukan selama 24 jam untuk mendeteksi dini pengemudi yang menunjukkan tanda-tanda kelelahan. "Rasa kantuk sekecil apa pun berpotensi fatal, terutama di jalan tol," kata dia.
Sebagai bentuk apresiasi, petugas juga memberikan bingkisan kepada pengemudi yang tertib berlalu lintas. Langkah ini diharapkan dapat mendorong budaya berkendara yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Ruas Tol Kutepat sendiri dinilai strategis sebagai jalur penghubung pusat ekonomi baru sekaligus kawasan pariwisata di Sumatera Utara. Oleh karena itu, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengelolaannya.
HKA menyatakan akan terus meningkatkan layanan operasional, termasuk kesiapsiagaan petugas selama 24 jam. Pengguna jalan yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi layanan call center yang tersedia.*