BANDA ACEH— Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Aceh kembali menegaskan komitmen kemanusiaannya melalui program 'Aisyiyah Aceh Peduli', dengan menyalurkan bantuan sekaligus mendorong pembangunan pendidikan di sejumlah wilayah terdampak bencana.
Ketua PWA Aceh, Hj. Ashraf, M.Si, bersama jajaran mengunjungi Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.
Kegiatan ini difokuskan pada penyaluran bantuan bagi korban longsor serta pemulihan berkelanjutan melalui sektor pendidikan.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Tembus 4.755 Orang dalam 2 Bulan di 2026, FSGI: Itu Bukan Lagi Kesalahan Kecil! Di Kabupaten Aceh Timur, tim PWA Aceh mengunjungi Kecamatan Peudawa, Desa Meunasah Kreung, dan menyerahkan secara langsung 200 paket perlengkapan ibadah bagi masyarakat terdampak.
Paket serupa juga disalurkan di Aceh Utara dan Pidie Jaya.
Sementara di Aceh Tengah, bantuan diberikan dalam jumlah lebih besar, termasuk 200 paket alat salat dan tambahan 50 paket kitchen kit untuk kebutuhan rumah tangga warga terdampak.
Bantuan difokuskan bagi 20 kepala keluarga yang masih menempati hunian sementara swadaya dan belum mendapatkan bantuan pemerintah.
Di Aceh Tamiang, tim menyalurkan 8 unit mesin cat cleaner serta berbagai alat kebersihan seperti arco, cangkul, sekop, dan sapu untuk 30 KK di Kecamatan Rantau dan Kota Kuala Simpang.
Tidak hanya bantuan jangka pendek, PWA Aceh juga meninjau sektor pendidikan.
Di Aceh Tengah, tim melakukan peninjauan TK ABA Kenawat dan peletakan batu pertama pembangunan TK ABA Gegarang di Kecamatan Bintang, yang mendapat dukungan pemerintah melalui program revitalisasi.
"Program ini bukan hanya membantu kebutuhan dasar, tetapi juga membangun fondasi masa depan melalui pendidikan. Kami berharap 'Aisyiyah dapat menjadi bagian dari kebangkitan masyarakat pascabencana," ujar Hj. Ashraf.
Langkah ini diharapkan menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak terdampak bencana, sekaligus menjadi tonggak pemulihan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.*