MEDAN — Keberadaan PT Karya Murni (PT KM) yang memproduksi aspal hotmix di Desa Patumbak II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, terus menuai keluhan warga.
Aktivitas perusahaan yang melibatkan ratusan kendaraan truk dan alat berat telah menyebabkan kerusakan parah pada ruas jalan di sekitar pabrik, serta meningkatkan polusi debu yang mengganggu kenyamanan warga.
Jalan Pertahanan Gang Bandrek, yang sepanjang 250 meter, kini terancam kecelakaan akibat 100 meter ruas jalan yang berlubang.
Baca Juga: Polres Pelabuhan Belawan Ungkap Kasus Perdagangan Bayi di Deli Serdang, Enam Tersangka Diamankan Pada musim hujan, kondisi jalan tersebut berubah menjadi kubangan, membahayakan pengendara yang sering kali terperosok atau tergelincir. Di musim panas, debu dari aktivitas kendaraan alat berat PT KM semakin memperburuk kualitas udara di sekitar lokasi.
Meskipun telah ada upaya persuasif dari tokoh masyarakat setempat yang meminta pihak perusahaan untuk memperbaiki kerusakan jalan, keluhan ini belum mendapatkan respons serius dari PT KM.
Bahkan, perusahaan menganggap kerusakan tersebut sebagai tanggung jawab pemerintah kabupaten atau desa.
"Jalan yang dilalui truk PT KM, yang berbeban jauh di atas 8 ton, sudah tidak layak lagi. Bahkan jalan provinsi yang dilalui saja tidak cukup kuat menahan beban tersebut," ujar Budiman Nadapdap, seorang tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD Sumut, kepada wartawan, Kamis (2/4).
Meski keluhan warga sudah disampaikan ke Kepala Desa Patumbak II, Edi Sucipto, namun pihak PT KM belum menunjukkan itikad baik untuk menangani masalah tersebut.
Warga pun mengusulkan agar pemerintah desa membatasi akses kendaraan bertonase tinggi dengan memasang portal jalan. Jika tidak ada perubahan, warga mengancam akan menggelar aksi ke DPRD dan Kantor Bupati Deli Serdang.
Budiman menegaskan bahwa ia berharap Bupati Deli Serdang, Dr. Asril Tambunan, turun langsung untuk melihat dampak kerusakan jalan dan polusi debu yang ditimbulkan oleh aktivitas PT KM.
Ia juga mendesak pemerintah kabupaten untuk mendorong perusahaan memperbaiki jalan dan menjaga komunikasi yang baik dengan warga sekitar.
Sementara itu, PT KM hanya melakukan penimbunan jalan yang rusak secara sementara dan memberikan bantuan berupa beras 5 kg kepada warga terdampak sebagai "uang debu" pada akhir tahun. Budiman menekankan pentingnya penyelesaian yang lebih serius terkait masalah ini.