CIMAHI - Markas Besar TNI memastikan akan tetap mengirimkan 756 prajurit baru ke Lebanon untuk melanjutkan misi perdamaian di bawah bendera PBB, meskipun ada desakan agar Indonesia menarik pasukannya dari wilayah konflik tersebut.
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menegaskan, jumlah personel yang akan diberangkatkan sesuai dengan kuota yang diminta oleh Markas Besar PBB untuk menggantikan pasukan yang sudah bertugas lebih dari satu tahun di wilayah misi.
"Yang akan berangkat ke sana nanti sebanyak 756 personel sesuai dengan kuota yang diminta," ujar Iwan di Cimahi, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2026).
Baca Juga: Rivalitas Politik Hendaknya Tidak Destruktif terhadap Negara & Pemerintah Menurut Iwan, rotasi pasukan adalah bagian dari mekanisme penugasan rutin yang sudah dijadwalkan dan merupakan bagian dari misi perdamaian yang dilakukan oleh pasukan Indonesia dalam skema United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Setelah bertugas selama satu tahun, ratusan prajurit Indonesia akan digantikan oleh pasukan baru yang akan berangkat pada 22 Mei mendatang.
"Tanggal 22 Mei ini rencana rotasi akan segera dilaksanakan sesuai dengan waktu penugasan satu tahun di daerah misi," kata Iwan, menambahkan bahwa meskipun ada gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi ini, tetap akan ada 756 personel baru yang siap berangkat.
Tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL dilaporkan gugur pada Maret 2026 akibat serangan artileri dan ledakan kendaraan di wilayah Lebanon selatan.
Mereka adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar.
Farizal meninggal akibat serangan artileri di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026), sementara Nur Ichwan dan Zulmi meninggal akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan pada Senin (30/3/2026).
Meskipun dengan kehilangan tersebut, pasukan Indonesia yang tersisa di Lebanon saat ini berjumlah 753 prajurit.
Iwan menegaskan bahwa meskipun tragedi tersebut menjadi perhatian, mereka tetap akan melanjutkan misi sesuai dengan rencana yang telah disusun.
"Kita itu kemarin mengirimkan 756 personel, jadi masih ada 753 di sana yang akan kembali semuanya dalam keadaan selamat insya Allah," tambah Iwan.