ACEH UTARA — Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Marzuki Ali Basyah, membuka latihan taktis Brimob bertajuk jungle warfare di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 1 April 2026.
Latihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi tantangan tugas di medan hutan dan wilayah terpencil.
Sebanyak 144 personel pilihan dari Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh mengikuti pelatihan tersebut.
Baca Juga: Wagub Aceh Dorong Percepatan Pembangunan Huntap, Ini Tiga Skema yang Disiapkan Selain itu, Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe turut mengerahkan masing-masing 100 personel dalam upacara pembukaan.
"Latihan ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan perorangan sekaligus menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas berintensitas tinggi," kata Marzuki dalam sambutannya.
Ia menilai dinamika keamanan global dan nasional saat ini berkembang cepat dan kompleks.
Berbagai ancaman, mulai dari kejahatan transnasional hingga terorisme, menuntut kesiapan aparat keamanan, khususnya Brimob.
Menurut dia, karakteristik wilayah Aceh yang didominasi hutan, pegunungan, dan daerah terpencil menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Karena itu, latihan jungle warfare dinilai relevan untuk memperkuat kemampuan teknis dan taktis personel.
"Latihan ini tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga ketahanan mental, kecerdasan taktis, serta kemampuan adaptasi dalam berbagai skenario ancaman," ujarnya.
Latihan yang dipusatkan di kawasan perkebunan PTPN di Kecamatan Cot Girek itu berlangsung selama satu bulan, mulai 30 Maret hingga 28 April 2026.