JAKARTA – Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini, menegaskan bahwa Indonesia harus tetap melanjutkan peranannya dalam misi perdamaian dunia meskipun tiga prajurit TNI gugur dalam insiden di Lebanon.
Namun, Amelia juga meminta pemerintah untuk meningkatkan standar keamanan dan kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) pasukan Indonesia yang terlibat dalam misi-misi tersebut.
"Kami menegaskan bahwa kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia harus tetap dilanjutkan, namun dengan standar keamanan, kesiapan alutsista, dan dukungan intelijen yang lebih adaptif terhadap dinamika ancaman kontemporer," kata Amelia, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: Wali Kota Medan Buka Musrenbang RKPD 2027, Targetkan Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Amelia mengungkapkan bahwa negara wajib memberikan penghormatan tertinggi kepada tiga prajurit TNI yang telah gugur tersebut.
Tidak hanya itu, Amelia menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak keluarga yang ditinggalkan, seperti santunan, jaminan sosial, dan pendampingan berkelanjutan.
Menurutnya, pengorbanan prajurit-prajurit tersebut merupakan bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.
"Pengorbanan ini merupakan bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi," tegasnya.
Amelia juga mengajak pemerintah dan TNI untuk memperkuat sistem perlindungan bagi pasukan yang bertugas di wilayah misi perdamaian dengan eskalasi konflik tinggi.
Menurutnya, kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia di forum internasional, khususnya dalam memastikan keselamatan personel penjaga perdamaian Indonesia di wilayah-wilayah konflik, seperti Lebanon.
"Peristiwa ini harus menjadi momentum dasar untuk memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia di forum internasional, khususnya dalam memastikan keselamatan personel penjaga perdamaian di wilayah konflik seperti Lebanon," imbuh Amelia.
Sejumlah delapan prajurit TNI menjadi korban dalam insiden di Lebanon Selatan akibat eskalasi konflik yang meningkat pesat dalam beberapa hari terakhir.
Pada 29 Maret 2026, satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat dampak dari bentrokan yang terjadi di wilayah operasi.