TOKYO – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang 'micromanager' dalam memimpin pemerintahan.
Gaya kepemimpinan yang cenderung terjun langsung untuk mengurusi detail-detail kecil ini, menurutnya, seringkali membuatnya merasa bersalah.
Hal ini ia ungkapkan saat menghadiri Business Forum Japan-Indonesia di Tokyo, pada Senin (30/3).
Baca Juga: Banggar DPR RI Desak Pemerintah Hentikan Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya Demi Stabilitas Fiskal "Seperti yang Anda ketahui, saya adalah manajer yang terjun langsung (hands-on). Menteri-menteri saya menuduh saya sebagai micromanager. Ya, saya akui saya seorang micromanager," ujar Prabowo dengan nada santai namun terbuka kepada hadirin di forum tersebut.
Prabowo mengaku sangat aktif dalam memonitor kinerja para menterinya, bahkan hingga melakukan telepon pada jam-jam yang tak biasa.
Menurutnya, komunikasi ini adalah bagian dari cara kerjanya yang intens dan selalu ingin mengetahui perkembangan terkini.
"Saya akan menelepon menteri-menteri saya jam 2 pagi atau jam 5 pagi, dan saya akan bertanya kepada mereka harga telur hari ini. Dan sekarang saya merasa agak kasihan karena beberapa menteri saya pingsan di depan umum," ungkap Prabowo sambil tertawa kecil.
Prabowo juga mengakui bahwa gaya kepemimpinannya ini, yang melibatkan kontrol secara mendalam terhadap kinerja jajaran kabinet, terkadang membawa dampak pada kesehatan para pejabat tinggi yang bekerja dengannya.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan micromanagement tersebut terkadang membuat beberapa menteri atau pejabat senior mengalami masalah kesehatan, termasuk gangguan jantung.
Ia pun merasa khawatir dan bahkan merasa bersalah atas dampak dari gaya kepemimpinannya yang sangat detil tersebut.
"Terkadang saya mendapat laporan beberapa pejabat senior saya masuk rumah sakit. Kenapa? Masalah jantung. Jadi saya merasa bersalah, mungkin karena bos mereka agak terlalu micromanager, terutama jika saya sudah minum kopi di pagi hari," lanjut Prabowo sambil menunjukkan rasa empati terhadap kondisi menteri-menterinya.
Prabowo sendiri mengakui bahwa gaya kepemimpinannya yang mendalam dalam memeriksa setiap aspek pekerjaan pemerintah bisa memberikan tekanan tersendiri bagi orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya.