TOKYO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan masyarakat harus menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Dalam kunjungan kerja bersama Presiden Prabowo Subianto di Jepang, Senin (30/3/2026), Bahlil menekankan bahwa keputusan final mengenai harga BBM berada di tangan Presiden.
"Percayalah, nanti tunggu tanggal mainnya. Bapak Presiden akan memutuskan untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," ujar Bahlil kepada wartawan.
Baca Juga: Gubernur Sumut Bobby Nasution Terima Piagam Penghargaan dari Basarnas, Dukung Pendirian Balai Latihan Mitigasi Bencana Bahlil menjelaskan, Prabowo mempertimbangkan keseimbangan antara pembangunan nasional dan kondisi masyarakat.
Meski harga minyak dunia sempat menyentuh 115 dolar AS per barel, harga BBM subsidi di dalam negeri masih stabil, yakni Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Solar (Biosolar).
"Harga sekarang sudah tinggi, tapi di dalam negeri masih stabil. InsyaAllah atas arahan Bapak Presiden, BBM subsidi akan tetap memperhatikan rakyat kecil," kata Bahlil.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk bijak dan hemat dalam penggunaan BBM, seiring krisis global yang berdampak pada harga energi.*
(in/dh)