MEDAN – Prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon gugur di Lebanon Selatan, Senin (30/3/2026) dini hari WIB, akibat serangan proyektil yang menghantam pos penjagaan Indonesia di Desa Adchit al Qusayr.
Farizal merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), yang bertugas menjaga perdamaian di wilayah konflik antara Israel dan Lebanon.
Praka Farizal, kelahiran 3 Januari 1998 dari Kulon Progo, Yogyakarta, tergabung dalam Yonif 113/Jaya Sakti, Kodam Iskandar Muda, dan menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima.
Baca Juga: Prajurit TNI Tewas di Lebanon, Komisi I Desak Pemerintah Tinjau Ulang Penugasan Ia pernah menerima dua tanda kehormatan: Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun, atas dedikasinya dalam menjalankan tugas negara.
Insiden ini juga menimbulkan korban luka-luka, termasuk satu prajurit TNI dengan luka berat dan dua luka ringan, yang semuanya telah mendapatkan penanganan medis.
Menurut UNIFIL, proyektil meledak di dekat zona perbatasan yang rawan konflik, menandai situasi yang sangat berbahaya bagi pasukan penjaga perdamaian.
Kepergian Farizal meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), dan seorang putri berusia dua tahun. Pasangan ini menikah pada 4 Juli 2023, dan selama ini tinggal di Asrama Militer (Asmil) Kima Yonif 113/JS, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Kementerian Luar Negeri menegaskan Indonesia terus berkoordinasi dengan UNIFIL dan otoritas terkait untuk memastikan pemulangan korban serta menekankan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus dihormati sepenuhnya sesuai hukum internasional.
Kementerian Pertahanan melalui Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan pihak UNIFIL. Selanjutnya, Mabes TNI akan menyampaikan perkembangan operasional terkait insiden ini.
"Segala bentuk ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan merusak upaya kolektif menjaga perdamaian dan stabilitas," tegas Kemlu.
Praka Farizal menjadi salah satu sosok prajurit Indonesia yang gugur di tengah ketegangan internasional, meninggalkan warisan pengabdian dan dedikasi bagi bangsa.*
(tm/dh)