BENGKALIS, RIAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam Kabupaten Bengkalis, Riau. Dua titik api terparah terjadi di Kelurahan Teluk Lecah dan Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat dan Rupat Utara.
Lahan gambut seluas 300 hektar di Teluk Lecah telah terbakar, sementara di Pergam sekitar 50 hektar ikut terdampak.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai, Chairul Parsaulian Ginting, mengatakan, karhutla di Teluk Lecah telah berlangsung selama satu bulan tanpa hujan turun, sehingga petugas kewalahan memadamkan api.
Baca Juga: Setelah Yaqut, Siapa Lagi yang Ajukan Tahanan Rumah di Kasus Korupsi? "Di Teluk Lecah sudah sebulan api tak padam-padam. Hujan tak ada turun," ujar Chairul saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026).
Petugas gabungan dari Manggala Agni, TNI, dan Polri kini fokus menahan penyebaran api karena ketersediaan sumber air sangat minim.
Selain itu, titik api baru muncul di Kelurahan Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, yang memerlukan bantuan tambahan dari tim Manggala Agni Jambi.
Chairul menegaskan, upaya pemadaman juga dilakukan untuk mencegah asap karhutla mengganggu permukiman penduduk dan melintasi perbatasan ke Malaysia.
"Kondisi saat ini sangat ekstrem. Alhamdulillah, asap tidak sampai ke Malaysia. Asap dari Pulau Rupat mengarah ke Dumai," kata Chairul.
Petugas terus bekerja keras di lapangan agar kebakaran tidak meluas lebih jauh, meski medan yang sulit dan lahan gambut yang mudah terbakar menjadi tantangan utama.
Karhutla yang melanda Bengkalis ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mendukung upaya pencegahan, mengingat wilayah ini merupakan lahan gambut yang sangat mudah terbakar.*
(k/dh)