MADINA – Jelang momentum pasca Hari Raya, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menggelar halal bihalal bersama Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Madina).
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang memperkuat silaturahmi dan membahas peran media dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.
Kepala Kejaksaan Negeri Madina, Dani Imanuel, menyoroti maraknya penyebaran berita hoaks atau informasi palsu yang dapat menyesatkan masyarakat.
Baca Juga: KPK Terima Laporan ASN Gunakan Kendaraan Dinas untuk Kepentingan Pribadi Saat Lebaran Ia menegaskan bahwa berita yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga konflik di tengah publik.
"Informasi yang tidak terverifikasi bisa memicu salah persepsi bahkan konflik sosial. Kami berharap insan pers menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran berita tidak benar," ujar Dani.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua JMSI Tabagsel, Yusrizal Nasution, menyambut baik arahan Kajari dan menekankan komitmen organisasi media tersebut dalam menjaga profesionalisme jurnalistik.
Ia menegaskan bahwa kredibilitas media tergantung pada kualitas pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
"Silaturahmi ini bukan hanya ajang saling memaafkan, tetapi juga momentum memperkuat kemitraan JMSI dan Kejaksaan Negeri Madina. Kami berharap dapat meningkatkan kualitas informasi yang diterima masyarakat agar lebih edukatif, berimbang, dan terpercaya," kata Yusrizal.
Kegiatan halal bihalal ini menjadi simbol kolaborasi antara media dan aparat penegak hukum dalam menegakkan etika pemberitaan serta menjaga kepercayaan publik terhadap media di tengah arus informasi digital yang cepat dan kompleks.*
(ad)