BADUNG – Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menegaskan bahwa peran orang tua menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang layak bagi anak.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam sosialisasi Kabupaten Layak Anak (KLA) di Badung, Jumat, 27 Maret 2026.
Dalam paparannya, Seniasih menyebut anak merupakan aset masa depan yang harus mendapatkan perlindungan, tidak hanya secara materi, tetapi juga secara emosional.
Baca Juga: Milad ke-61 Ketua TP PKK Madina Diisi Khataman Al-Qur’an dan Santunan Anak Yatim Ia mengingatkan bahwa perhatian orang tua tidak bisa digantikan dengan pemenuhan kebutuhan materi semata.
"Perhatian yang dibutuhkan anak bukan hanya berupa materi, sementara orang tua sibuk bekerja," ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa kurangnya perhatian dan kasih sayang dapat memicu berbagai persoalan, termasuk meningkatnya risiko anak menjadi korban kekerasan.
Menurutnya, kekerasan terhadap anak tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan verbal.
Seniasih mengungkapkan masih tingginya angka kekerasan terhadap anak di Bali, khususnya di Kabupaten Badung.
Salah satu indikator yang mengkhawatirkan adalah adanya kasus bunuh diri yang melibatkan anak-anak.
Selain itu, ia menilai praktik pernikahan usia dini juga termasuk bentuk kekerasan terhadap anak, karena kondisi fisik dan mental yang belum siap.
Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan melalui edukasi sejak dini, termasuk pemahaman tentang batasan tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain.