TAPANULI TENGAH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mendorong Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mempercepat pendataan rumah rusak pascagempa dan bencana lainnya.
Langkah ini dianggap krusial agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran dan hak-hak korban segera terpenuhi.
"Kalau seandainya enggak ada klasifikasi ringan, sedang, berat tadi, dana bantuan enggak bisa disalurkan," ujar Tito saat meninjau Hunian Tetap (Huntap) di Kelurahan Sitonong Bangun, Kecamatan Pinangsori, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga: Rapidin dan Hasyim Dinilai Timbulkan Konflik Internal, Kader PDIP Usulkan Masinton Pasaribu Pimpin DPD Sumut dan Robi Barus Jadi Ketua DPC Medan Tito menjelaskan, masyarakat dengan rumah rusak ringan berhak menerima bantuan Rp 15 juta, sedangkan rusak sedang Rp 30 juta.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan sosial tambahan, berupa jaminan hidup Rp 15.000 per orang per hari selama tiga bulan, bantuan perabot rumah tangga Rp 3 juta, dan bantuan ekonomi Rp 5 juta.
Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Tito menginstruksikan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, membentuk tim khusus pendataan yang melibatkan BPBD, Dinas Sosial, dan Dukcapil, dengan pendampingan Badan Pusat Statistik (BPS).
Tim diminta turun langsung ke lapangan dengan dukungan anggaran memadai, menargetkan penyelesaian pendataan dalam satu minggu.
Lebih lanjut, Tito menegaskan pemerintah siap mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang menghambat percepatan penanganan bencana.
Kepala daerah diminta tidak ragu mengevaluasi dan melaporkan pejabat yang tidak mendukung proses tersebut.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BNPB, dan Kementerian Sosial menyatakan kesiapan penuh untuk merealisasikan pembangunan fisik dan penyaluran bantuan.
Pelaksanaan pembangunan huntap saat ini masih menunggu kelengkapan data dan penyediaan lahan yang sah dari Pemkab Tapanuli Tengah.*
(k/dh)