JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat capaian dalam program revitalisasi infrastruktur pendidikan.
Hingga Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah rampung direvitalisasi dari total target yang ditetapkan pada 2025.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah pada awalnya menargetkan 10.000 satuan pendidikan.
Baca Juga: WFH Sehari Seminggu Segera Diterapkan, Pemerintah Tunggu Lampu Hijau Presiden Target tersebut kemudian meningkat menjadi 16.167 sekolah seiring penyesuaian kebijakan pemerintah.
"Program revitalisasi sekolah telah diberikan kepada 16.167 sekolah di tahun 2025. Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan dan masih terdapat 105 satuan pendidikan yang dalam proses penuntasan fisik," ujar Qodari dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.
Program tersebut mencakup perbaikan dan pembangunan fasilitas pendidikan dasar hingga menengah di berbagai daerah.
Pemerintah menilai, peningkatan kapasitas infrastruktur sekolah menjadi salah satu prioritas untuk menunjang kualitas pendidikan nasional.
Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 14,1 triliun dengan target revitalisasi 11.744 sekolah.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan perluasan sasaran hingga 60.000 satuan pendidikan ke depan.
Dari sisi kebijakan anggaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengusulkan tambahan dana sebesar Rp 89,5 triliun yang saat ini masih dibahas dalam skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026 bersama Kementerian Keuangan.
Qodari menyebut, peningkatan target dan alokasi anggaran tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan.
Program revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan secara merata.*