JAKARTA – Enam hari pasca-insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, Kepolisian Republik Indonesia masih terus memburu pelaku.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat bersabar dan mempercayakan proses penyidikan yang tengah berjalan.
"Polri sedang bekerja sesuai instruksi Presiden untuk mengusut kasus ini secara tuntas. Mohon doanya agar hasilnya segera didapat," kata Sigit di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Baca Juga: Polisi Buka Peluang Membuat Sketsa Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Hingga kini, polisi telah mengamankan 86 rekaman CCTV di wilayah Jakarta yang menampilkan jejak pelaku, yang diketahui berjumlah empat orang.
Analisis video memakan waktu karena jumlah rekaman mencapai 2.610 klip dengan durasi total lebih dari 10.000 menit.
Jejak digital mengungkapkan para pelaku berpencar setelah menyerang Andrie di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.
Dua pengendara motor menunggu korban di depan KFC Cikini sebelum melakukan aksinya, sementara dua pelaku lain kabur melalui jalur berbeda ke Matraman dan Jatinegara.
Sementara itu, TNI melakukan penyelidikan internal menyusul berkembangnya opini di masyarakat mengenai dugaan keterlibatan oknum prajurit.
Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah memastikan langkah ini dilakukan secara profesional dan transparan.
Dari sisi medis, Andrie Yunus dirawat di RSCM dengan luka bakar sekitar 20 persen di wajah, leher, dada, punggung, kedua lengan, dan mata.
Kondisi terkini menunjukkan gangguan penglihatan pada mata kanan akibat trauma kimia, namun kondisi umum stabil.
Tim medis multidisiplin, termasuk spesialis mata dan bedah rekonstruksi, terus memantau dan memberikan perawatan untuk memulihkan fungsi penglihatan.