JAKARTA– Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku usaha yang menyebabkan kenaikan harga daging sapi menjelang Idulfitri.
Amran menyampaikan ancaman pencabutan izin impor kepada importir maupun feedloter apabila terbukti menaikkan harga sapi bakalan selama periode Ramadan hingga Lebaran.
"Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan dagingnya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada produsen menaikkan, khususnya feedloter, menaikkan yang sapi bakalan, aku cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi," tegas Amran, Rabu (18/3).
Baca Juga: Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Meugang untuk Masyarakat Aceh Terdampak Bencana Dia menilai gejolak harga yang terjadi bukan disebabkan persoalan produksi, melainkan adanya permainan harga di tingkat distribusi.
Pemerintah juga menyoroti peran pedagang perantara atau middleman yang dinilai mengambil keuntungan berlebihan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
"Sekarang kita sepakat bahwasannya bukan lagi karena produksi, tetapi ulah segelintir orang yang menyusahkan jutaan rakyat Indonesia. Kami minta tidak boleh naik," tambahnya.
Untuk menjaga stabilitas harga, pengawasan terhadap rantai distribusi akan diperketat, termasuk melalui keterlibatan Satgas Pangan di berbagai daerah.
Jika ditemukan pelanggaran, tindakan penyegelan hingga proses hukum dapat langsung dilakukan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan daging tetap stabil dan harga wajar di tengah meningkatnya permintaan menjelang Idulfitri 2026.*
(oz/dh)