JAKARTA– Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa penundaan pengiriman pasukan Indonesia untuk misi perdamaian di Gaza, Palestina, bukan berarti Indonesia mengurangi komitmen terhadap perdamaian dunia.
Menurut Dave, keputusan menunda pengiriman sekitar 8.000 pasukan untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF) di Gaza merupakan strategi kehati-hatian agar kontribusi Indonesia efektif, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi pasukan maupun stabilitas regional.
"Keputusan ini harus dipahami sebagai langkah diplomatis yang realistis, bukan pengurangan komitmen," ujar Dave di Jakarta, Rabu (18/3).
Baca Juga: Istana Buka Kajian Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR Dave menambahkan, setiap langkah pemerintah harus memperhitungkan situasi geopolitik terkini, dinamika keamanan di lapangan, serta kesiapan logistik dan diplomasi.
Dalam bingkai konstitusi dan amanat nasional, Indonesia tetap menegaskan solidaritas penuh terhadap perjuangan kemanusiaan.
"Sehingga ketika kondisi memungkinkan, kehadiran pasukan perdamaian Indonesia dapat memberikan dampak nyata bagi terciptanya keamanan dan stabilitas di Gaza," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pengiriman pasukan ditunda karena beberapa pertimbangan, termasuk eskalasi konflik yang meningkat di Timur Tengah.
"Semua di-hold. Di-hold," kata Prasetyo usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Pertahanan, Selasa (18/3).
Indonesia, sejak awal, konsisten mendukung misi perdamaian dunia, namun langkah yang diambil selalu mempertimbangkan faktor keamanan, diplomasi, dan kesiapan operasional pasukan.*
(an/dh)