JAKARTA – Kemacetan parah di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, yang sempat mencapai panjang 20 kilometer, akhirnya mulai terurai.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut antrean panjang tersebut disebabkan banyaknya truk logistik sumbu tiga ke atas yang masih beroperasi saat puncak arus mudik Lebaran.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (18/3/2026), Menhub mengimbau pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas.
Baca Juga: Hujan Guyur Hampir Seluruh Bali, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem "Dengan langkah-langkah ini, harapannya arus lalu lintas dapat kembali normal sebelum Hari Raya Nyepi," ujar Menhub.
Untuk mengurai kemacetan, Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Korlantas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan kapal besar dan menambah jumlah kapal menjadi 35 unit. Sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) diterapkan pada 25 kapal untuk mempercepat penyeberangan.
Kendaraan kecil dan bus diprioritaskan untuk menyeberang terlebih dahulu, sedangkan kendaraan besar yang belum terangkut ditampung di buffer zone. Sopir kendaraan besar akan diangkut ke Banyuwangi tanpa biaya transportasi dan akomodasi, yang ditanggung oleh PT ASDP.
Di sisi Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, ruas tol fungsional dari Besuki disiapkan untuk menghindari penumpukan kendaraan yang tiba dari Gilimanuk. Buffer zone tambahan juga difungsikan sebagai tempat istirahat dan penahanan sementara kendaraan besar.
Langkah-langkah ini diharapkan membuat arus kendaraan selama libur Hari Raya Nyepi di Bali dapat berjalan lancar, sekaligus mencegah kemacetan parah yang berpotensi mengganggu logistik dan wisatawan.*
(oz/dh)