JAKARTA – Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, kini dalam kondisi stabil dan tidak mengancam jiwa setelah disiram air keras, kata RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Tim medis terus memberikan penanganan bertahap untuk memulihkan fungsi penglihatan dan jaringan yang terdampak.
"Kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa," tulis RSCM dalam keterangannya, Selasa (17/3).
Baca Juga: Bukan 2, Ternyata Ada 4 Orang yang Terlibat dalam Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus! Polisi Ungkap Kronologi Lengkapnya Andrie menjalani perawatan sejak Jumat (13/3) dini hari, setelah mengalami luka bakar sekitar 20% di wajah, leher, dada, punggung, dan lengan, serta trauma kimia pada mata kanan.
RSCM memastikan tindakan medis termasuk pembersihan jaringan rusak dan transplantasi membran amnion telah dilakukan untuk mendukung proses penyembuhan.
Pasien saat ini dirawat di High Care Unit (HCU) dan menerima terapi luka, antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menegaskan kasus penyiraman ini akan diusut tuntas.
"Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Asep, menekankan prinsip kehati-hatian agar informasi publik tidak menimbulkan spekulasi yang keliru.
RSCM menambahkan, penanganan medis akan terus dilakukan secara komprehensif oleh tim multidisiplin, termasuk dokter spesialis mata, bedah plastik rekonstruksi, dan tim kegawatdaruratan.
Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan pemulihan Andrie optimal, termasuk kemungkinan rekonstruksi jaringan untuk mata kanan.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena serangan terhadap aktivis yang menegakkan hak asasi manusia, sekaligus memperkuat perhatian terhadap keselamatan para aktivis di Indonesia.*
(d/dh)