JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa negara harus memberikan contoh terlebih dahulu dalam menahan diri sebelum meminta rakyat berhemat, terutama di tengah potensi tekanan ekonomi global.
Menurut Azis, langkah-langkah penghematan yang diambil oleh beberapa negara, seperti memangkas fasilitas pejabat dan menahan belanja negara yang tidak esensial, bisa menjadi contoh bagi Indonesia.
"Negara itu memilih langkah yang tidak populer: memangkas fasilitas pejabat, mengurangi penggunaan energi birokrasi, dan menahan belanja negara yang tidak penting. Langkah seperti itu mungkin terlihat teknis, tetapi sebenarnya ia memuat pesan yang sangat dalam: negara harus lebih dulu menahan diri sebelum meminta rakyat berkorban," ujar Azis dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sentil Ekonom di Media Sosial: Kritik Tanpa Data Tidak Membantu Azis mengungkit pengalaman masa lalu, seperti pada masa Perang Dunia, di mana banyak negara yang mematikan lampu kota lebih awal, membatasi bahan bakar, dan memotong gaji pejabat tinggi.
Ia menilai, negara-negara yang melakukan penghematan tersebut ingin menunjukkan bahwa krisis bukan hanya beban rakyat kecil, melainkan tanggung jawab bersama seluruh aparat negara.
Lebih lanjut, Azis menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto yang dinilai menyimpan pesan moral yang penting.
"Di sinilah saya merasa pidato Bapak Presiden itu menyimpan pesan yang lebih sunyi namun penting. Pesan itu bukan hanya untuk para ekonom atau penyusun anggaran. Ia sebenarnya ditujukan kepada seluruh abdi negara, baik yang berseragam militer maupun yang bekerja dalam sunyi meja birokrasi sipil," ujar Azis.
Azis menegaskan bahwa pengabdian kepada negara bukan hanya sekadar menjalankan tugas administratif atau komando struktural, melainkan juga menunjukkan kesediaan menahan diri, terutama di saat bangsa menghadapi masa sulit.
Menurutnya, ujian berat kini menanti negara, apakah mereka mampu memberikan keteladanan moral ketika badai ekonomi datang.
Salah satu poin yang ditekankan Azis adalah pentingnya asketisme kekuasaan dalam kepemimpinan.
Ia menjelaskan, rakyat Indonesia biasanya tidak keberatan untuk berhemat jika mereka melihat pemimpinnya hidup dengan kesederhanaan yang sama.
Sebaliknya, pengorbanan akan terasa pahit jika rakyat merasa para pejabat negara tetap hidup dalam kemewahan sementara mereka diminta untuk berhemat.