JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah merupakan langkah strategis untuk mendukung perekonomian Indonesia di tengah gejolak krisis global akibat perang antara AS-Israel dan Iran.
Dalam keterangan yang disampaikan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG berfungsi sebagai stimulus untuk pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.
"Program ini menjadi jaring pengaman bagi masyarakat kecil, memperkuat daya beli mereka, serta membantu meringankan beban di masa yang penuh ketidakpastian," ujar Prabowo dalam keterangannya pada Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Bantah Angkatan Laut Telah Lumpuh, Iran Tantang Trump: Kalau Berani, Kirim Kapal Perang ke Perairan Teluk Persia! Menurutnya, krisis global yang terjadi justru menjadi pemacu percepatan langkah-langkah pemerintah dalam menggerakkan sektor ekonomi dan investasi, khususnya dalam jangka panjang, terutama untuk penguatan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, krisis global yang terjadi justru menjadi pemacu percepatan langkah-langkah pemerintah dalam menggerakkan sektor ekonomi dan investasi, khususnya dalam jangka panjang, terutama untuk penguatan sumber daya manusia (SDM).
Prabowo mengungkapkan bahwa salah satu tujuan utama dari program MBG adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, yang tidak hanya menguntungkan golongan menengah ke atas, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat bawah.
Oleh karena itu, pemerintah menargetkan hingga 80 juta penerima manfaat dari program MBG pada tahun 2026.
Program ini juga diperkirakan akan menyumbang 11 persen dari total anggaran pemerintah pusat tahun ini, menjadikannya salah satu prioritas utama dalam kebijakan fiskal Indonesia.
Prabowo menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan distribusi pangan bergizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang paling terdampak oleh krisis global.
Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Prabowo menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi rakyat.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Diharapkan melalui penguatan UMKM, Indonesia dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta memitigasi dampak negatif dari krisis global.