BANDA ACEH — Polda Aceh menggelar Operasi Ketupat Seulawah 2026 dalam rangka memberikan pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri.
Operasi ini berlangsung selama 13 hari, dimulai pada 13 Maret 2026 hingga 25 Maret 2026.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menyampaikan bahwa tujuan dari operasi ini adalah untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, serta memastikan kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat selama libur panjang Idul Fitri.
Baca Juga: Kapolda Aceh Tekankan Kearifan Lokal dan Perkuat Sinergi dengan KPP Pratama Banda Aceh "Dalam rangka mengamankan perayaan Idul Fitri, Polda Aceh beserta jajaran Polresta dan Polres mendirikan 61 pos yang tersebar di seluruh wilayah Aceh," ujar Joko dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
61 Pos Pengamanan dan Pelayanan
Dari total 61 pos yang didirikan, sebanyak 34 pos berfungsi sebagai Pos Pengamanan, 23 pos sebagai Pos Pelayanan, dan 4 pos sebagai Pos Terpadu.
Pos-pos ini dibangun di lokasi-lokasi strategis yang rawan keramaian, termasuk jalur-jalur mudik, pusat keramaian, serta tempat-tempat yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.
"Dengan adanya pos-pos ini, kami berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, serta memastikan kelancaran arus lalu lintas, khususnya bagi para pemudik yang melintasi wilayah Aceh," tambah Kombes Joko.
Layanan bagi Masyarakat
Selain pengamanan, petugas yang bertugas di pos-pos ini juga akan memberikan berbagai layanan kepada masyarakat.
Di antaranya adalah informasi perjalanan, bantuan kesehatan, serta penanganan situasi darurat selama berlangsungnya Operasi Ketupat Seulawah.
Kombes Joko juga menyebutkan bahwa lebih dari 3.000 personel diterjunkan untuk menjalankan operasi ini. Polda Aceh melibatkan 3.279 personel, yang terdiri dari anggota Polda Aceh, Polres jajaran, serta dukungan dari berbagai instansi terkait lainnya.