MEDAN — Umat Buddha di Sumatera Utara menyalurkan 300 paket bahan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan sosial tersebut dilakukan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sumatera Utara sebagai bentuk kepedulian sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama di daerah itu.
Penyaluran bantuan difasilitasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah di Sumatera Utara.
Baca Juga: Nekat Kabur dari PN Stabat, Terdakwa Narkoba Ini Tewas dalam Kecelakaan Saat Pelarian ke Aceh Paket bahan pokok kemudian disalurkan melalui sejumlah organisasi Islam di daerah tersebut, yakni Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta Al Jami'atul Washliyah, untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumut, Ahmad Qosbi, mengapresiasi kepedulian umat Buddha terhadap masyarakat yang akan merayakan Idulfitri.
Menurut dia, kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya nilai toleransi dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Sumatera Utara yang multietnis dan multireligius.
"Semoga melalui kegiatan ini, silaturahmi antarumat beragama di Sumut semakin erat dan terus terjaga dalam suasana damai serta saling menghargai," kata Qosbi pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Ketua Walubi Sumatera Utara, Brillian Moktar, mengatakan berbagi kepada sesama merupakan bagian dari ajaran Buddha yang menekankan nilai kebajikan dan kepedulian sosial.
Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Buddha terdapat sejumlah nilai untuk mencapai kesempurnaan hidup, salah satunya adalah sikap dermawan dan berbagi kepada orang lain.
"Ini adalah bukti nyata kepedulian terhadap sesama. Kami juga mendapat bimbingan dari pembimbing masyarakat Buddha agar terus melakukan kegiatan sosial di tengah masyarakat," ujar Brillian.
Ketua Dewan Kehormatan Walubi Sumut, Iwan, menambahkan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan kebersamaan yang telah lama terjalin di tengah masyarakat Sumatera Utara.
Menurut dia, sebagai wilayah yang dihuni berbagai suku dan agama, masyarakat Sumut perlu terus menjaga kerukunan, saling menghormati, dan memperkuat solidaritas sosial.*