BATU BARA – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas masyarakat Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, semakin meningkat seiring arus mudik dan persiapan menyambut hari raya.
Namun di tengah mobilitas yang meningkat, kondisi sejumlah ruas jalan memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengendara.
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah ruas jalan di depan Rumah Makan Dedek, kawasan Simpang Empat Kecamatan Talawi.
Baca Juga: SMK Negeri 1 Beringin Jalin Kerja Sama dengan LKP GAN BATE untuk Program Magang di Jepang Jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan parah dengan lubang yang cukup dalam dan lebar, sehingga disebut warga sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di wilayah Tanjung Tiram dan sekitarnya.
Berdasarkan pantauan warga, lubang di badan jalan membuat pengendara harus mengurangi kecepatan secara tiba-tiba atau berpindah jalur untuk menghindarinya. Situasi ini semakin berbahaya terutama bagi pengendara sepeda motor, yang menjadi moda transportasi utama masyarakat.
Risiko kecelakaan juga meningkat saat malam hari atau hujan turun, karena banyak pengendara tidak menyadari adanya lubang akibat genangan air yang menutupi permukaan jalan rusak.
"Sudah lama rusak, tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki. Kalau malam hari sangat berbahaya, apalagi menjelang Lebaran kendaraan semakin ramai," ujar salah seorang warga yang sering melintas di kawasan tersebut.
Selain membahayakan keselamatan, jalan berlubang juga kerap menyebabkan kemacetan ringan. Pengendara harus memperlambat laju kendaraan atau bergantian melewati bagian jalan yang masih layak dilalui.
Tidak hanya di Simpang Empat Talawi, beberapa ruas jalan lain di wilayah Tanjung Tiram juga mengalami kerusakan serupa, antara lain di kawasan Labuhan Ruku, ruas jalan merdeka menuju arah pelabuhan bom, serta sebaliknya dari pelabuhan mengarah simpang empat yang mulai rusak dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara segera mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan, terutama menjelang Idulfitri yang biasanya diikuti dengan lonjakan aktivitas kendaraan.
Perbaikan jalan dinilai sangat penting untuk menjamin keselamatan pengendara serta kelancaran arus lalu lintas masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas silaturahmi saat hari raya.