DENPASAR – Polda Bali menerima audiensi dari Panitia Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Rabu (11/3/2026).
Audiensi membahas kesiapan rangkaian kegiatan hingga puncak Dharmasanti yang direncanakan digelar pada 17 April 2026 di Art Centre Denpasar.
Wakil Ketua Umum Panitia Nasional, I Nyoman Kenak, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., menerima audiensi.
Baca Juga: Kemenag Mandailing Natal Rekomendasikan 17 Masjid Ramah Pemudik Jelang Idul Fitri Puncak Dharmasanti akan menjadi momentum refleksi dan mencari kedamaian bagi umat Hindu di tengah dinamika masyarakat.
"Dharmasanti dimaksudkan untuk merefleksikan diri dan menjadi samudra penyejuk yang memberikan kedamaian kepada masyarakat Bali," ujar I Nyoman.
Rangkaian kegiatan Nyepi telah dimulai sejak 15 Januari 2026, termasuk perayaan Siwaratri dan sekitar 10 kegiatan besar lainnya.
Kegiatan sosial turut digelar di Bali, seperti aksi bersih lingkungan, penanaman pohon, dan upacara pakelemyang di Bangli dan Tabanan, bahkan mendapat dukungan logistik dari TNI AU untuk menjangkau Aceh.
Diperkirakan, puncak Dharmasanti akan dihadiri 6.000–8.000 masyarakat, termasuk Presiden Republik Indonesia. Pihak panitia berharap pengamanan maksimal dari Polda Bali.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Bali menegaskan komitmen menjaga keamanan berbagai kegiatan keagamaan dan budaya di Pulau Dewata.
"Pengamanan Dharmasanti akan dilaksanakan secara maksimal agar seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif," jelasnya.
Kapolda juga menyoroti bahwa perayaan Nyepi berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri, sehingga koordinasi dan sosialisasi keamanan harus baik agar seluruh umat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.
Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara panitia perayaan Nyepi dan Polda Bali, menciptakan suasana Bali yang aman, damai, dan toleran selama pelaksanaan kegiatan keagamaan besar.*