JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia waspada terhadap potensi banjir rob selama periode Lebaran 2026.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebut fenomena ini dipicu oleh bulan baru pada 19 Maret dan fenomena perigee, di mana bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi, pada 22 Maret mendatang.
"Banjir rob berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum, sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat pesisir," kata Faisal saat rapat kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi mudik Lebaran bersama Komisi V DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Polda Sumut Tegaskan Stok BBM Aman Meski Isu Konflik Timur Tengah Picu Kepanikan Selain itu, BMKG tengah melakukan modifikasi cuaca di tiga lokasi utama untuk menekan curah hujan. Posko Halim mampu menurunkan curah hujan hingga 21 persen, Husein Sastranegara mendekati 50 persen, dan Ahmad Yani sekitar 41 persen.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi selama arus mudik dan Lebaran.
Faisal menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, BMKG, serta masyarakat setempat agar potensi banjir rob dapat diantisipasi lebih awal.
"Dengan informasi yang tepat, masyarakat dan otoritas dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi risiko dampak banjir rob," ujarnya.*
(d/dh)