JAKARTA – Menjelang musim mudik Lebaran 1447 H/2026 M, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan kesiapan pemerintah dalam memastikan jalur mudik dan sarana transportasi berfungsi optimal.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Menurut AHY, seluruh ruas jalan utama, termasuk jalan arteri dan tol nasional seperti Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera, menjadi fokus pengawasan. Pemerintah memastikan kondisi jalan dalam keadaan prima, sehingga arus mudik dapat berjalan aman dan lancar.
Baca Juga: Menhub: Kepadatan Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Memuncak 16 dan 18 Maret "Jalan-jalan kita harus pastikan dalam kondisi yang prima, apakah jalan utama termasuk jalan arteri," ujar AHY.
Selain kondisi infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api agar armadanya memadai. Diskon tarif tol hingga 30 persen diberikan sebagai upaya meringankan biaya perjalanan masyarakat.
AHY menekankan bahwa kementerian terkait bekerja secara intensif, "pagi, siang, malam," untuk menjaga kondisi jalan, terutama menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang berpotensi merusak jalan dan menimbulkan risiko kecelakaan.
"Kita harus siap menghadapi cuaca ekstrim, terutama hujan yang bisa mengakibatkan kerusakan jalan dan risiko kecelakaan. Semua fokus di situ sekarang," kata AHY.
Pernyataan AHY menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan mudik Lebaran yang aman, lancar, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Pemeriksaan rutin, kesiapan armada transportasi, serta koordinasi lintas kementerian menjadi kunci strategi menghadapi arus mudik 2026.*
(d/dh)