MANDAILING NATAL – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal (Kemenag Madina), Sumatera Utara, merekomendasikan 17 masjid ramah pemudik yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Program tersebut disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang melintasi jalur lintas Sumatera, khususnya rute Medan–Padang, yang menjadi salah satu jalur utama perjalanan mudik di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama Mandailing Natal Maranaik Hasibuan melalui Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Siabu Edi Agusman mengatakan, keberadaan masjid ramah pemudik diharapkan dapat menjadi alternatif tempat istirahat yang aman dan nyaman bagi para pengendara.
Baca Juga: Rico Waas dan Aparat Gabungan Menyisir Kampung-Kampung di Belawan yang Diduga Rawan Narkoba "Ini juga merupakan program dari Kementerian Agama pusat untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik," kata Edi Agusman melalui pesan singkat, Selasa (10/3/2026).
Menurut dia, pemilihan masjid tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan, di antaranya lokasi yang berada di sepanjang jalur lintas Sumatera serta ketersediaan fasilitas pendukung seperti area parkir yang memadai dan kamar mandi yang bersih.
Selain itu, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) juga diminta untuk menyiapkan berbagai fasilitas tambahan bagi pemudik, seperti tikar atau ambal untuk beristirahat di teras masjid, makanan ringan, serta minuman untuk berbuka puasa.
Program Masjid Ramah Pemudik ini dilaksanakan secara nasional sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.
Kemenag Mandailing Natal juga telah mengeluarkan surat edaran yang meminta pengurus masjid membuka masjid selama 24 jam mulai 13 hingga 30 Maret 2026, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemudik yang membutuhkan tempat istirahat selama perjalanan.
Di Mandailing Natal, sebanyak 17 masjid telah ditetapkan sebagai masjid ramah pemudik yang tersebar di sejumlah kecamatan di sepanjang jalur lintas Sumatera.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu para pemudik mengurangi kelelahan saat perjalanan serta meningkatkan keselamatan berkendara selama arus mudik Lebaran.*
(dh)