JAKARTA– Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, menegaskan bahwa pemberlakuan status Siaga 1 TNI jelang Lebaran merupakan prosedur rutin, bukan dampak langsung konflik Timur Tengah yang tengah memanas.
Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi publik yang muncul akibat video konvoi kendaraan taktis TNI di kawasan Monas, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
"Ya kan, mau Lebaran kan? Mau Lebaran biasa ya aparat menjaga untuk keamanan rakyat. Supaya liburannya ke kampung masing-masing dalam keadaan aman," ujar Aris saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga: Di Tengah Gejolak Pasar Global, Prabowo Rapat Ekonomi Bersama BI dan Menkeu Menurut Aris, arahan Panglima TNI Agus Subiyanto terkait status Siaga 1 merupakan bagian dari Standard Operating Procedure (SOP) rutin untuk menjaga kekondusifan nasional selama periode libur Idulfitri.
Infrastruktur pendukung, mulai dari transportasi hingga pengamanan objek vital, juga telah disiapkan bersama kementerian terkait.
"Infrastruktur semuanya juga sudah diberesin kan. Dengan Pak Menteri," tambah Aris. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait kondisi pangan dan BBM, karena stok dipastikan aman.
Pernyataan Aris menjadi jawaban atas kekhawatiran publik setelah video viral di media sosial yang menyebut status Siaga 1 TNI terkait situasi konflik global.
Dengan penegasan ini, pemerintah ingin menekankan bahwa langkah keamanan di masa mudik adalah upaya rutin untuk melindungi keselamatan masyarakat, bukan indikasi ancaman militer atau krisis nasional.*
(in/dh)