JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pemerintah tetap mempertahankan pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski menghadapi dinamika ekonomi global.
Purbaya menyatakan efisiensi anggaran hanya akan menyasar komponen belanja pendukung yang dinilai tidak langsung meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat.
"Jadi MBG nggak akan dipotong, kecuali untuk bagian yang tidak produktif. Misalnya jika ada pengajuan untuk beli motor atau komputer yang tidak terkait makanan, itu kami coret," jelas Purbaya saat kunjungan ke Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus 113 Dolar AS per Barel, Pemerintah Klaim APBN Masih Aman Menurut Menkeu, program MBG menjadi pilar penguatan kualitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu, alokasi untuk penyediaan makanan tetap menjadi prioritas, sementara penghematan atau realokasi hanya akan dilakukan untuk belanja administratif yang bisa ditunda.
Pemerintah juga menerapkan sistem evaluasi berkelanjutan untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar tepat sasaran dan efisien.
"MBG tidak kami potong anggarannya, tetapi kita pastikan yang dibelanjakan efektif dan efisien, sambil lihat dalam waktu satu bulan," imbuh Purbaya.
Langkah ini diambil untuk menjaga kesehatan fiskal pemerintah, sekaligus memastikan program berjalan optimal di tengah lonjakan harga minyak dunia yang berdampak pada ekonomi nasional.*
(oz/dh)