BANDA ACEH — Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, bulan suci Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat silaturrahmi antar sesama umat Islam.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, usai menyerahkan santunan lebaran kepada mantan Pasukan Inong Balee Aceh Besar, di Meuligoe Gubernur Aceh, Minggu (8/3/2026).
"Silaturrahmi adalah sarana untuk mempererat ukhuwah umat. Bulan Ramadan tentu menjadi waktu yang tepat untuk kita saling mempererat hubungan, apalagi menjelang Idul Fitri seperti saat ini," ujar Marlina Muzakir, yang akrab disapa Kak Na.
Baca Juga: KONI Aceh Fokus Persiapkan Atlet Menuju PON XXII, Sekda: Kepemimpinan Mualem Tingkatkan Prestasi Olahrga Aceh Pada kesempatan tersebut, Kak Na hadir bersama Ketua Yayasan Halimon Al Asyi, Anjar Aulia, untuk menyerahkan santunan lebaran kepada 30 orang mantan Pasukan Inong Balee Aceh Besar.
Pemberian santunan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan tali persaudaraan dan memberi perhatian kepada mereka yang telah berjasa dalam sejarah Aceh.
"Alhamdulillah, hari ini kami bersama Ketua Yayasan Halimon Al Asyi, baru saja bersilaturrahmi sekaligus menyerahkan santunan lebaran kepada para mantan pasukan Inong Balee Aceh Besar. Total ada 30 orang yang menerima santunan," kata Kak Na dengan penuh rasa syukur.
Sementara itu, Ketua Yayasan Halimon Al Asyi, Anjar Aulia, menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Aceh yang telah meluangkan waktu untuk bersilaturrahmi dan menyerahkan santunan kepada para mantan Inong Balee.
"Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Ketua TP PKK Aceh atas kesediaannya meluangkan waktu untuk kegiatan ini," ungkap Anjar Aulia, yang akrab disapa Dek Tu.
Kegiatan serupa juga telah menjadi agenda rutin yang digelar oleh Yayasan Halimon Al Asyi.
Tahun sebelumnya, santunan lebaran juga disalurkan kepada mantan Pasukan Inong Balee di beberapa wilayah seperti Aceh Besar, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.
Pemberian santunan tersebut tidak hanya berbentuk bantuan material, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap peran mantan Inong Balee dalam perjuangan dan sejarah Aceh.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan yayasan dalam membangun Aceh yang lebih peduli terhadap sesama.*