BINJAI – Alan Pane, tokoh pemuda asal Binjai, meminta pemerintah pusat mempertimbangkan penarikan Indonesia dari keanggotaan Board of Peace (BOP).
Langkah tersebut, menurutnya, penting untuk menjaga kedaulatan serta konsistensi politik luar negeri Indonesia.
Dalam keterangannya kepada media, Alan menekankan bahwa kepercayaan terhadap negara-negara tertentu di forum internasional harus dilakukan secara hati-hati.
Baca Juga: Delpedro Cs Divonis Bebas! Kemenangan Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat di Indonesia Ia menyoroti Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang menurutnya memiliki rekam jejak politik yang tidak sejalan dengan kepentingan bangsa.
"Jangan terlalu percaya kepada Amerika Serikat dan Israel. Bahkan sejak zaman nabi-nabi, bangsa Bani Israel dikenal kerap berkhianat kepada para nabinya, apalagi kepada manusia biasa seperti kita," ujarnya.
Alan menilai pemerintah harus tegas dalam setiap kerja sama internasional, khususnya yang terkait kepentingan geopolitik dan kemanusiaan.
Ia menekankan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia harus tetap berlandaskan prinsip bebas aktif serta berpihak pada keadilan dan kemanusiaan.
Selain itu, Alan mengingatkan generasi muda untuk lebih kritis terhadap dinamika politik global.
Menurutnya, dukungan terhadap bangsa-bangsa yang tertindas harus menjadi komitmen moral Indonesia.
"Indonesia sejak dulu dikenal konsisten membela keadilan dan kemerdekaan bangsa lain. Karena itu, setiap keputusan yang menyangkut hubungan internasional harus benar-benar mempertimbangkan nilai tersebut," jelas Alan.
Tokoh muda ini berharap pemerintah pusat mengevaluasi kembali keterlibatan Indonesia dalam forum atau kerja sama internasional yang berpotensi merugikan kepentingan nasional.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mengawal kebijakan luar negeri agar tetap berpihak pada rakyat dan menjaga martabat bangsa di mata dunia.*