JAKARTA — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan pemerintah negara-negara di Timur Tengah tidak merekomendasikan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) meski terjadi ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurut Santo, pemerintah setempat justru meminta warga, termasuk warga negara asing, untuk tetap berada di rumah dan menjaga ketenangan.
Baca Juga: Diplomasi Indonesia, Dua Kapal Tanker Pertamina Terancam Konflik di Selat Hormuz "Pemerintah di setiap negara sudah sangat progresif menyampaikan imbauan agar warga tetap aman, tenang, dan mendapat keperluan-keperluannya," ujar Santo.
Meski jumlah WNI di Timur Tengah mencapai 519.412 orang, hingga saat ini Kemlu belum menerima laporan adanya WNI yang menjadi korban langsung konflik.
Namun, beberapa WNI terdampak pembatalan penerbangan dan terdampar sementara karena penutupan ruang udara dan pengalihan rute.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menambahkan, WNI yang terdampar tetap mendapatkan akomodasi, penginapan, dan konsumsi sambil menunggu jadwal penerbangan lanjutan.
Pemantauan penerbangan dan koordinasi dengan otoritas setempat terus dilakukan.
Selain itu, Kemlu juga fokus menangani WNI jemaah umrah yang tertahan di Arab Saudi.
Tim pemantauan 24 jam diterjunkan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. "Jemaah yang masih tertahan dibantu penginapan dan koordinasi travel sambil menunggu tiket kepulangan," jelas Heni.
Kemlu menegaskan bahwa situasi terkendali dan semua WNI tetap aman, meski eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat.*
(k/dh)