JAKARTA – Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan belasungkawa resmi Pemerintah Indonesia atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei melalui surat kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Surat tersebut diserahkan saat Sugiono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
"Saya kira, menyampaikan melalui surat lebih resmi. Ini adalah bentuk penghormatan Indonesia kepada Iran di masa duka," ujar Sugiono usai menghadiri Buka Bersama Partai Demokrat di Jakarta Pusat.
Baca Juga: Bahlil Siapkan Storage BBM Baru di Sumatera, Cadangan Energi Bisa Tembus 90 Hari Dalam pertemuan itu, Sugiono menekankan pentingnya diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Indonesia menegaskan kesiapan untuk memfasilitasi dialog antara pihak yang bersitegang di Timur Tengah untuk meredakan eskalasi konflik.
Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia telah membangun komunikasi langsung dengan Iran dan Amerika Serikat untuk menindaklanjuti situasi pasca-serangan AS-Israel ke Teheran yang menewaskan Khamenei.
"Kita menawarkan diri sebagai mediator untuk menurunkan eskalasi konflik dan menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan negara," katanya.
Selain itu, Sugiono menyampaikan perhatian Indonesia terhadap keselamatan negara-negara sahabat di kawasan Teluk yang turut terdampak konflik.
Menurutnya, pertemuan dengan tokoh-tokoh bangsa terkait geopolitik global juga berlangsung positif dan produktif.
Forum semacam ini diharapkan menjadi agenda reguler untuk membahas isu-isu strategis dan sensitif secara lebih mendalam.
Sugiono menegaskan bahwa posisi Indonesia adalah menjadi jembatan perbedaan, menjaga perdamaian, serta menekankan prinsip diplomasi yang bijak, berimbang, dan sesuai hukum internasional.*