JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto disebut menerima berbagai masukan dan kritik saat mengumpulkan para mantan presiden, wakil presiden, serta sejumlah pimpinan partai politik di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam, 3 Maret 2026.
Pertemuan itu dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.
Turut hadir pula Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dan sejumlah mantan menteri luar negeri.
Baca Juga: Gibran Minta Guru dan Orang Tua Tak Tertinggal Adaptasi AI: Jangan Malu Upgrade Diri Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan setiap pandangan yang disampaikan para tokoh diterima dengan baik oleh Presiden.
"Pandangan-pandangannya ada yang kritis, tajam, ada yang saran, ada yang lebih merupakan pemikiran-pemikiran. Semua pandangan itu diterima oleh presiden dengan baik," ujar Muzani di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurut Muzani, masukan tersebut akan menjadi referensi bagi Presiden dalam mengambil keputusan.
"Presiden menerima pandangan itu dengan senang hati dan sebagai sebuah masukan yang oleh beliau dijadikan sebagai referensi dalam mengambil keputusan," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga memaparkan pandangannya mengenai perkembangan situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah.
Diskusi berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan.
"Pertemuan tadi malam berjalan sangat akrab, sangat kekeluargaan. Sesekali diguyon dan suasananya bagus sekali," ujar Muzani.
Ia menambahkan, di tengah dinamika geopolitik global, Presiden menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional.
Menurut Muzani, kondisi global yang tidak menentu berpotensi memunculkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat.