BANDA ACEH – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Wilayah Aceh mengutuk keras eskalasi serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua ICMI Aceh, Dr. Taqwaddin, SH, SE, MS, didampingi Sekretaris Prof. Dr. dr. Rajuddin, SpOG, Subsp, FER, di kantor ICMI Aceh, Senin (2/3/2026).
Menurut ICMI Aceh, serangan yang menyasar wilayah termasuk Teheran berpotensi memperluas konflik kawasan dan mengancam stabilitas global.
Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Lahadalia Pastikan Cadangan Minyak Nasional Aman untuk 20 Hari Organisasi cendekiawan muslim ini menekankan pentingnya menegakkan nilai keilmuan, moralitas, dan kemanusiaan universal dalam merespons konflik.
Beberapa poin sikap ICMI Aceh:
1. Mengutuk serangan militer AS-Israel terhadap Iran sebagai tindakan eskalasi yang dapat memicu perang besar di Timur Tengah dan dunia. Serangan ini menimbulkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur, serta dinilai melanggar hukum internasional.
2. Menyampaikan belasungkawa mendalam kepada rakyat Iran, khususnya keluarga korban, dan menyerukan doa agar korban mendapat tempat mulia di sisi Allah serta keluarga diberi ketabahan.
3. Menegaskan respon terhadap agresi harus proporsional dan sesuai hukum internasional agar tidak memperburuk penderitaan rakyat sipil.
4. Mendesak semua pihak segera menghentikan permusuhan dan menahan diri untuk mencegah konflik lebih luas serta tragedi kemanusiaan. Dialog diplomatik harus menjadi prioritas.
5. Mendorong peran aktif Indonesia sebagai mediator netral untuk meredakan ketegangan melalui de-eskalasi dan negosiasi damai.
6. Mengajak umat Islam dan masyarakat global bersatu dalam doa, solidaritas kemanusiaan, serta mendesak komunitas internasional dan PBB menegakkan hukum dan melindungi hak azasi manusia.
"Peradaban besar tidak dibangun oleh kekuatan senjata, melainkan oleh kekuatan moral, hukum, dan dialog," tutup Dr. Taqwaddin.