JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan seluruh pengungsi yang masih tinggal di tenda darurat di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dapat segera direlokasi ke hunian yang lebih layak sebelum Idul Fitri 2026.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan percepatan relokasi pengungsi menjadi fokus utama dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idul Fitri. Kalau bisa sebelum Idul Fitri semua tidak ada di tenda tapi di huntara atau menerima dana tunggu hunian yang diberikan," kata Tito di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Baca Juga: Mudik Gratis Pemko Medan, Ini Persyaratan dan Cara Daftarnya Data Satgas PRR per 27 Februari 2026 mencatat jumlah pengungsi terus menurun signifikan. Dari lebih dua juta warga terdampak pada fase awal, tersisa 11.307 jiwa yang masih berada di tenda.
Sebagian besar berada di Aceh (10.394 jiwa), Sumut (913 jiwa), sementara Sumbar telah bebas dari tenda pengungsian.
Satgas PRR terus mendorong pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), serta penyaluran dana tunggu hunian. Hingga saat ini, dari target pembangunan 18.253 unit huntara di tiga provinsi, 10.498 unit telah selesai dibangun (57 persen).
Sementara itu, pembangunan huntap sudah dimulai, dengan 1.363 unit sedang dalam proses pembangunan dan enam huntap di Sumbar telah rampung.
Selain itu, penyaluran bantuan perbaikan rumah rusak juga terus dilakukan. Dari lebih 73.000 unit rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, verifikasi dan pencairan bantuan berjalan intensif agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumahnya.
Koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan, dengan dukungan Kementerian PUPR, BNPB, Danantara, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, memastikan warga terdampak dapat menempati hunian yang aman dan layak sebelum Hari Raya.*
(an/dh)