JAWA BARAT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas wilayah Jawa Barat akan mengalami hujan ringan hingga sedang pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Bahkan, sejumlah daerah diprediksi diguyur hujan disertai petir dengan tingkat kelembapan udara relatif tinggi, berkisar antara 58 hingga 99 persen.
Hujan ringan berpotensi terjadi di Kabupaten Bogor dengan suhu 23–30 derajat Celsius dan kelembapan 62–92 persen.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026: Seluruh Wilayah Diguyur Hujan Kondisi serupa juga diprakirakan di Sukabumi (21–25°C; 86–98 persen), Cianjur (19–24°C; 73–96 persen), serta Bandung (18–26°C; 58–94 persen).
Di wilayah Priangan, hujan ringan diprediksi turun di Garut dengan suhu 17–24 derajat Celsius dan kelembapan 60–93 persen.
Tasikmalaya juga berpotensi hujan ringan dengan suhu 22–28 derajat Celsius dan kelembapan 69–97 persen.
Sementara itu, Ciamis dan Kota Banjar diprakirakan mengalami hujan sedang dengan suhu masing-masing 22–29 derajat Celsius dan 23–29 derajat Celsius.
BMKG juga memperingatkan potensi hujan disertai petir di Cirebon (24–30°C; 67–91 persen), Pangandaran (23–29°C; 74–98 persen), Kota Cirebon (24–30°C; 67–91 persen), serta Kota Tasikmalaya (21–28°C; 67–98 persen).
Adapun wilayah lain seperti Kuningan, Majalengka, Sumedang, Indramayu, Subang, Purwakarta, Karawang, Bekasi, dan Bandung Barat diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu rata-rata 20 hingga 31 derajat Celsius.
Untuk wilayah kota, hujan ringan juga berpotensi turun di Kota Bogor (22–29°C; 62–92 persen), Kota Sukabumi (20–24°C; 77–98 persen), Kota Bandung (20–27°C; 62–89 persen), Kota Bekasi (24–30°C; 64–92 persen), Kota Depok (24–30°C; 65–94 persen), serta Kota Cimahi (20–26°C; 64–93 persen).
BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi genangan, pohon tumbang, serta kilat atau petir terutama di wilayah yang diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir.
Warga juga disarankan memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu.*