ABU DHABI – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis (26/2).
Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama investasi dan ekonomi di tengah momentum peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–PEA.
Dalam pertemuan itu, Presiden MBZ menyampaikan keinginan negaranya untuk meningkatkan investasi di Indonesia.
Baca Juga: Rupiah Tersungkur ke Rp16.779, Pasar Gelisah Menyambut Diplomasi AS-Iran "Bilateral ditingkatkan. UAE ingin meningkatkan investasinya di Indonesia," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat (27/2).
Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha.
Sementara Presiden MBZ didampingi oleh Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan Hamdan bin Mohamed Al Nahyan, Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Al Mazrouei, serta enam pemimpin Emirat lainnya, termasuk Emir Dubai dan Emir Sharjah.
Agenda bilateral ini meliputi pembahasan langkah konkret memperkuat kemitraan strategis, khususnya di sektor energi, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi masa depan.
Kedua pemimpin menekankan pentingnya iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pertemuan juga mencatat momen istimewa: Presiden Prabowo mendapat kehormatan duduk bersama tujuh pemimpin Emirat, yang biasanya dilaksanakan satu kali setahun.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan iftar (buka puasa) bersama dan salat Maghrib berjamaah.
Menurut Teddy Indra Wijaya, pertemuan ini membuka babak baru bagi kemitraan strategis yang lebih luas dan berorientasi jangka panjang.
"Setengah abad hubungan bilateral Indonesia–PEA menjadi fondasi kokoh bagi kerja sama yang saling menguntungkan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat kedua bangsa," tambahnya.*