JAKARTA– Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan swasembada air atau water security menjadi prioritas nasional setara dengan swasembada pangan dan energi.
Pernyataan ini disampaikan AHY saat menghadiri Town Hall Meeting di Kemenko Infrastruktur, Selasa (23/2/2026).
"Water security adalah prioritas nasional yang tertuang dalam Asta Cita nomor dua, yakni memantapkan sistem pertahanan negara sekaligus mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, dan air," ujar AHY.
Baca Juga: Tragedi di KMP Kaldera Toba: Kapten TS Ditemukan Meninggal, Polisi Tegaskan Tidak Ada Kekerasan Fakta Ketimpangan Air di Indonesia
AHY menyoroti persepsi Indonesia sebagai negara maritim dengan sumber air melimpah. Data lapangan, kata dia, menunjukkan ketidakmerataan akses air, khususnya di Pulau Jawa yang dihuni sekitar 150 juta orang.
Distribusi penggunaan air saat ini:
- Irigasi: 74 persen- Rumah tangga: 9 persen- Industri: 6 persen- Komersial: 3 persen
Kapasitas penyimpanan air per kapita hanya 71 meter kubik, jauh dari standar ideal 100–150 meter kubik, sementara 70 persen sungai nasional tercemar.
Strategi "Warung Jamu" untuk Swasembada Air
Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah melalui Kemenko Infrastruktur menyiapkan strategi terpadu bertajuk "Warung Jamu", akronim dari Waktu, Ruang, Jumlah, dan Mutu:
1. Waktu: Pembangunan bendungan, kolam retensi, dan recharge groundwater untuk menyeimbangkan ketersediaan air musim hujan dan kemarau.
2. Ruang: Meningkatkan konektivitas antara sumber air dan pusat populasi melalui transmisi pipa dan inter-basin transfer.3. Jumlah: Ekspansi penyimpanan dan pengembangan teknologi desalinasi, terutama di wilayah pesisir.4. Mutu: Pengelolaan sampah dan limbah, serta monitoring kualitas air untuk menjaga kesehatan masyarakat.