ACEH BESAR — Pondok Modern Darussalam Gontor 8 Darul Amien Aceh menggelar pelepasan dan pemberangkatan santri Kelas 5 Kulliyatul Mu'allimin Al Islamiyah (KMI), Senin, 23 Februari 2026, bertepatan dengan 6 Ramadan 1447 Hijriah.
Acara berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom dan diikuti 74 santri, para guru, serta sekitar 50 wali santri.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses keberangkatan santri menuju Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Pusat untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengikuti rangkaian agenda menjelang pengumuman kenaikan kelas 5 KMI.
Baca Juga: Hanya 9,4 Persen Terbangun, Fadhlullah Soroti Lambatnya Realisasi Huntap di Aceh Pimpinan Gontor 8 Aceh, Al Ustadz Fauzul Halim, M.Pd, memimpin langsung prosesi pelepasan.
Dalam sambutannya, ia menyebut keberangkatan para santri sebagai bagian dari safar fi sabilillah—perjalanan menuntut ilmu di jalan Allah
"Perjuangan menuntut ilmu adalah ibadah. Dukungan dan doa orang tua menjadi kekuatan terbesar bagi anak-anak kita dalam menjalani proses pendidikan," ujar Fauzul Halim.
Ia mengimbau para wali santri untuk mengikhlaskan dan mendoakan putra-putra mereka, serta bertawakal atas proses pendidikan yang akan dijalani di perantauan.
Menurut dia, para santri nantinya akan dirantaukan dan disebar ke berbagai kampus Gontor, baik di pusat maupun cabang.
Seluruh santri KMI dijadwalkan mengikuti pengumuman kenaikan kelas pada 17 Ramadan 1447 H, bersama lebih dari 2.000 santri KMI Gontor dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan wali santri, Syahril S.Pd., M.Ag., menyampaikan apresiasi atas sistem pendidikan dan kurikulum KMI yang telah diterapkan selama hampir lima tahun di Gontor 8 Aceh.