JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyesalkan pernyataan kontroversial pemilik akun media sosial @sasetyaningtyas yang menyebut, "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan."
Pernyataan tersebut menuai polemik setelah unggahan yang menampilkan dokumen kewarganegaraan Inggris milik anaknya beredar luas di media sosial.
Dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta, Senin (23/2/2026), Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui mekanisme yang berlaku di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Baca Juga: Mutasi Dua Pejabat, Sejumlah Papan Bunga Warnai Kantor Bupati Tapsel: Terima Kasih! "Dirut LPDP sudah bertemu dengan suaminya dan dia sepertinya sudah setuju untuk mengembalikan uang yang dipakai beserta bunganya," ujar Purbaya.
Ia menekankan bahwa dana beasiswa LPDP bersumber dari pajak masyarakat dan pembiayaan negara yang harus dipertanggungjawabkan.
"Itu uang dari pajak dan sebagian dari utang yang kita sisihkan agar SDM kita tumbuh. Kalau dipakai untuk menghina negara, ya kita minta uangnya kembali dengan bunganya," katanya.
Purbaya juga menyatakan akan memberikan sanksi administratif.
"Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan dia tidak akan bisa masuk (bekerja). Jangan menghina negara Anda sendiri," ujarnya.
Ia bahkan menyinggung prospek ekonomi Indonesia dalam dua dekade mendatang.
"Mungkin 20 tahun lagi dia akan menyesal, karena 20 tahun lagi ekonomi kita akan bagus banget," kata Purbaya.
Secara terpisah, Pelaksana Tugas Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyayangkan polemik yang timbul akibat unggahan salah satu alumninya, Dwi Sasetyaningsih (DS).
Menurut dia, sikap tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada seluruh penerima beasiswa.